Dunia Ini Hanyalah Permainan Belaka ----------------------------------------------------------------------------------------

Dunia-Ini-Hanyalah-Permainan-Belaka
Dunia Ini Hanyalah Permainan belaka, itulah yang anak-anak pikirkan waktu semasa masih kecil dulu. Bagaimana tidak, semua yang ada di depan mereka, semua yang ada di sekitar mereka, mereka pikir itu bukanlah hal yang terlalu penting. Misal sewaktu mereka mendapatkan hadiah berupa uang dari orang lain, kebanyakan dari mereka langsung pengin membelanjakan uang mereka sampai habis tanpa memperdulikan bagaimana yang akan terjadi setelah uang mereka telah habis.
Dan yang paling hebat lagi, di Jakarta sewaktu terkena bencana banjir semua anak-anak bermain kegirangan dengan banjir yang melanda mereka tanpa memperdulikan barang-barang yang telah hanyut dan yang telah hilang dihantam banjir. Inilah yang tidak dimiliki oleh orang dewasa, keikhlsan yang luar biasa dimiliki oleh anak-anak yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang dewasa.
Orang dewasa jarang melihat dari sisi lain tentang bencana yang mereka alami. Inilah yang sering kali menjadikan bencana sebagai musibah besar untuk rakyat kecil. Namun kenyataannya tidaklah demikian, bencana bisa kita jadikan permainan jika mau, bencana bisa dijadikan sebagai lahan amal, bencana bisa kita jadikan tempat bermain. Tengoklah anak-anak yang menjadikan bencana banjir sebagai tempat bersenang-senang tanpa memikirkan akibat yang telah ditimbulkan oleh banjir tersebut.

Sewaktu masih kanak-kanak semua hal bisa menjadikan inspirasi untuk bermain. Satu titik dipapan tulis bisa menjadi 50 jawaban yang berbeda menurut mereka. Ada yang bilang bahwa titik hitam dipapan tulis ialah lalat yang hinggap, mata burung elang, kotoran cicak dsb. Ini membuktikan seorang anak memiliki imajinasi yang luar biasa hebat dibanding kebanyakan orang dewasa. Coba ditest beberapa orang dewasa dihadapkan dengan permainan seperti tadi yang ada sebuah titik hitam dipapan tulis, apa yang akan menjadi jawaban mereka?

Anak-anak adalah seorang pemimpi yang luar biasa, mereka hanyalah pemimpi ulung yang tidak takut akan kegagalan atas mimpi-mimpi mereka. Semua hal bisa dijadikan mimpi mereka tanpa rasa takut akan konsekuensi dari mimpi mereka. Pikiran anak-anak masih jernih tanpa dihinggapi rasa kawatir akan kegagalan. Mereka hanya tahu bahwa dunia ini adalah sebuah permainan belaka, disaat mimpi mereka kandas satu persatu tanpa rasa takut mimpi-mimpi yang lain bermunculan, bahkan bisa jadi mimpi yang ini jauh lebih gila, jauh lebih menantang, jauh dari khayalan orang dewasa dan tanpa rasa takut sedikit pun mereka terus bermimpi dengan lantangnya dan dengan hebatnya.

Sebuah cerita ikon internet marketing Indonesia, Anne Ahira, sewaktu mengikuti seminar internet marketingnya beberapa waktu lalu. Ahira kecil juga adalah pengkhayal yang hebat. Saking ingin nya keliling dunia, ia pernah menempelkan foto diri nya di kalender yang berisi gambar2 kota dunia. Jadi waktu kecil Ahira sudah punya “foto” dirinya didepan obyek wisata dunia, seperti misalnya di depan Golden Gate, Menara Eiffel, dsb. Gambar-gambar tadi di fotocopy dan ditempel di dinding. Ahira kecil ngotot, sekalipun Ibu nya mencoba meyakinkan bahwa keliling dunia hanyalah mimpi bagi anak seorang buruh pabrik dan penjual gado-gado.

Dan belakangan, Ahira dan Ibu nya menangis terharu setelah melihat foto Ahira yang dimuat di Kompas yang menggambarkan dia sedang di depan Golden Gate. Pose nya sama persis dengan foto khayalan Ahira sewaktu kecil. Luar biasa. Thoughts become Things.

Coba semua orang dewasa masih memiliki pikiran-pikiran semasa masih kecil dulu? Bagaimana yang akan terjadi tentang permasalahan hidup mereka? Permasalahan hidup jika bisa diatasi dengan pikiran positif maka serasa tidak ada permasalahan dalam hidup ini, hidup ini hanyalah permainan belaka. Ada kalanya kita menang dan ada kalanya kita harus mencicipi kekalahan yang menyenangkan. Semua permasalahan berat ataupun yang ringan jika dilihat dari sudut pandan lain maka tidak akan seberat yang dirasakan. Bahkan jika pikiran positif kebanyakan orang bisa berjalan dengan baik, saya rasa tidak akan ada permasalahan-permasalahan yang menjadikan hidup ini serasa berat.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Opini dengan judul Dunia Ini Hanyalah Permainan Belaka. Jika Anda menyukainya, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Rudi Pakenton
Ditulis oleh: rudi hartono - Rabu, 05 Oktober 2011