Coretan Untuk Calon Istriku

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Untukmu, calon isteriku..

coretan-untuk-calon-istriku
Coretan Untuk Calon Istriku
Tangan ini mula menulis apa yang telah dirangkai oleh hati ini didalam kalbu.
Aku mulai tertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang..
Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya.

Acap kali aku mendengar bahwa ungkapan "Kau tercipta untukku."
Aku awalnya kurang mengerti apa sebebarnya arti kalimah ini karena diselubungi jahiliyah.
Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, kini aku mengerti bahwa pada suatu hari nanti, aku harus mengambil satu tanggungjawab yang sememangnya diciptakan khas untuk diriku, yaitu dirimu.

Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fisik, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.
Aku menginginkan pertemuan kita yang pertama aku kelihatan 'sempurna' di hadapanmu walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan diri ini.
Aku coba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku galas ketika dipertemukan dengan dirimu.

Aku coba membataskan pembicaraanku dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting.
Karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya.
Karena dirimu adalah sebahagian dariku dan lainnya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala zahir dan batin diriku ini.

Apabila diriku memakai kopiah, aku digelar ustadz. Diriku diselubungi jubah, digelar syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf digelar da'i.
Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhaan Allah.
Yang aku takuti, diriku mula didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku.

Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita."
Aku khuatir amalanku bukan sepenuhnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini.

Aku khuatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkkan kau seorang diri di syurga.
Aku berasa bersalah kepada dirimu karena khuatir cinta yang hak dirimu akan akau curahkan kepada wanita lain.
Aku sukar untuk mencari dirimu karena dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau.

Tetapi aku pasti jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanam dalam diri kita.
Tugas pertamaku bukan mencari firimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke'solehah'nmu.
Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu, "Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik."

Jika remaja ku ini mula merancu mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi.
Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu.
Disana engkau setia menunggu diriku, tetapi disini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana.
Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungan diri.

Bukan harta, rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita.
Saat dimana aku bakal melamarmu, akan ku lihat wajahmu sekilas agar menciptakan keserasian diantara kita karena itu pesan Nabi kita.
Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur atau pun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

"Kawinilah isteri karena empat perkara; keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal."
Jika aku dipertemukan danganmu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara' sebagai pendiding diri kita.
Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cap halal untuk mendapatkan dirimu.

Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapar menikmati kenikmatan perkawinan.
Yang menjadikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin.
Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu karena aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

 Diriku Calon Suamimu..

source: http://www.youtube.com/watch?v=28ZA12bGaGQ&feature=related