Cara mengeksplore Bakat Anak

Nah, berjumpa lagi dengan saya. Kali ini sebuah artikel dari teman 'Cara mengeksplore Bakat Anak'. Bakat memang menjadi salah satu hal untuk menjadikan anak-anak berprestasi dalam bidang tertentu. Bagaimana seorang anak yang memiliki bakat tertentu akan menjadi lebih spesial dibanding mereka yang tidak memiliki. Lalu, bagaimanakah cara mengeksplore bakat pada anak?

Apa sih bakat itu?

Mungkin banyak orang bertanya-tanya, bagaimakah seseorang bisa disebut berbakat atau tidak. Apa perbedaan antara orang yang mempunyai bakat atau tidak?. Atau semua individu itu mempunyai bakat?. Dan mungkin juga banyak orang yang belum mengerti tentang definisi bakat itu sendiri. Lalu apakah yang diartikan “bakat” (aptitude)? Apa bedanya dengan “kemampuan” (ability)? Dan dengan “kapasitas” (capacity)? Apa pula bedanya dengan “prestasi” (achievement)?.

Pada dasarnya, setiap individu atau setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Perbedaan itu hanya terletak pada jenis bakat masing-masing. Bakat (aptitude) biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud.

Kemampuan (ability) adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan “bakat” memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. Sedangkan kapasitas (capacity) acap digunakan sebagai sinonim untuk “kemampuan”, dan biasanya diartikan sebagai kemampuan yang dapat dikembangan sepenuhnya di masa mendatang apabila kondisi latihan dikemukakan secara optimal.

Jadi, bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bisa bersifat umum (misalnya, bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akedemis khusus). Bakat khusus disebut juga talent.

Bakat dan kemampuan menentukan “prestasi” seseorang. Orang yang berbakat matematika, misalnya, diperkirakan akan mampu mencapai prestasi tinggi dalam bidang tersebut. Jadi, prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. Prestasi yang sangat menonjol dalam salah satu bidang, mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut.
Siapa Anak-anak berbakat itu?

Undang-undang tentang Pendidikan untuk Anak Berbakat Amerika Serikat menyebutkan bahwa anak-anak berbakat adalah anak-anak yang berada di tingkat prasekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah, diidentifikasikan memiliki kemampuan yang tinggi, baik yang sudah nyata maupun yang potensial, dalam bidang-bidang, seperti intelektual, kreatif, kepandaian khusus, kepemimpinan atau seni (Sobur,1991:62).

Dalam upaya mengidentifikasikan keberbakatan seseorang, Renzulli menyarankan beberapa cara berikut:

a. Pendekatan Psikometri
Pendekatan psikometri yaitu suatu teknik yang dipakai untuk melakukan penilaian dan pengukuran aspek psikis, antara lain dengan tes intelegensi, tes presnasi belajar, tes bakat dan kemampuan khusus, meliputi kreativitas, penalaran, bakat mekanik, angka-angka dan kemampuan verbal.
b. Hal-Hal yang Terlihat dalam Perkembangan
Identifikasi ini bisa dilakukan oleh guru atau orang tua yang mengamati dan mencatat adanya perkembangan yang berbeda dibanding pada umumnya, karena lebih cepat.
c. Penampilan yang Meliputi Prestasi dan Perilaku
Mengenai hal ini, lebih mudah dilihat di sekolah melalui prestasi-prestasi formal, yakni angka-angka yang dicapainya. Disamping itu, bakat yang luar biasa ini juga bisa diamati dalam perilaku-perilakunya yang kadang-kadang secara tak terduga menunjukkan kualitas berfikir yang luar biasa, misalnya dengan pertanyaan yang tidk puas-puas, ucapan atau komentar yang acap kali terlihat aneh, tidak terduga namun asli, juga dalam pemikiran dan karyanya.
d. Pendekatan Sosiometri
Identifikasi bakat bisa juga dilakukan dengan melalui cara yang tidak formal oleh lingkungan sosial, lingkungan permainan, pergaulan maupun organisasi, yang mengamati dan menilai adanya bakat anak yang luar biasa, dan karena itu bisa pula memperlakukan mereka secara khusus, misalnya sebagai tempat bertanya, atau kapasitas kepemimpinannya menonjol, bisa dimanfaatkan oleh lingkungan.

Apa sih Ciri-Ciri Anak Berbakat?
Bagaimana kita mengetahui bahwa anak itu berbakat? Conni M. Eales (1983) dalam bukunya Raising Your Talented Child mengajukan beberapa pertanyaan penting:
a. Apakah anak memiliki perbendaharaan kata yang lebih luas dan maju dibanding anak seusianya?
b. Apakah anak mampu menangkap kehalusan dalam lelucon, kiasan, dan permainan kata lainnya?
c. Bila menghadapi sesuatu yang menjemukan, apakah anak tersebut menyuntikkan buah pikirannya sendiri untuk membuatnya lebih menarik?
d. Apakah anak cepat mempelajari sesuatu? Apakah ia mampu belajar sendiri tanpa pernah diajari orang tuanya? Dapatkah anak menggunakan sendiri sumber-sumber belajar yang ada?
e. Apakah anak selalu menuntut alasan dan penjelasan? Apakah ia cepat melihat kesalahan dalam pikiran atau ucapannya?
f. Dapatkah anak menampilkan keterampilan pada taraf jauh di atas tingkat yang biasanya diharapkan untuk kelompok usianya, misalnya di bidang seni rupa, musik, mengarang, drama, olahraga, kepemimpinan atau di bidang lain?
g. Dapatkah anak menyelesaikan tugas dengan penuh perhatian sambil terus mengawasi apa yang berlangsung di dalam ruangan yang luas dan riuh?

Dan masih banyak lagi ciri-ciri anak yang berbakat. Tetapi umumnya sangat jarang seorang anak memiliki semua sifat tersebut sekaligus, seperti yang disebukan Eales di atas. Banyak ahli telah menyusun daftar ciri-ciri anak berbakat yang bervariasi, baik dalam jumlah maupun isi. Ini tidak berarti bahwa setiap anak berbakat memiliki semua ciri-ciri tersebut, sebab semua individu itu unik dan tidak ada dua kepribadian yang persis sama.

Lalu jenis-jenis bakat itu apa saja?

Berdasarkan fungsi atau aspek jiwa raga yang terlihat dalam berbagai macam prestasi, bakat dapat dibedakan dalam:

a. Bakat yang Lebih Berdasarkan Psikofisik
Bakat jenis ini adalah kemampuan yang berakar pada jasmaniah sebagai dasar dan fundamen bakat, seperti kemampuan pengindraan, ketangkasan atau ketajaman pancaindra, kemampuan motorik, kekuatan badan; kelincahan jasmani, keterampilan jari-jemari, tangan, dan anggota badan.
b. Bakat Kejiwaan yang Bersifat Umum
Yang dimaksud dengan jenis bakat ini ialah kemampuan ingatan daya khayal atau imajinasi dan intelegensi.
c. Bakat-Bakat kejiwaan yang Khas dan Majemuk
Bakat-bakat yang khas atau bakat dalam pengertian sempit ialah bakat yang sesak awal sudah ada dan terarah pada suatau lapangan yang terbatas, seperti bakat bahasa, bakat melukis, bakat musik, bakat seni, bakat ilmu, dan lain-lain.
d. Bakat yang Lebih berdasarkan pada Alam Perasaan dan kemauan

Bakat ini berhubungan erat dengan watak, seperti kemampuan untuk mengadakan kontak sosial, kemampuan mengasihi, kemampuan merasakan atau menghayati perasaan orang lain.

Bagaimana cara mengembangkan kemampuan anak berbakat?

Pada dasarnya, setiap anak membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, apapun bentuk kemampuannya itu. “Kesempatan” memang merupakan kata kunci bagi anak-anak berbakat maupun orang tua mereka. Semua anak memang seharusnya mendapatkan kesempatan sebanyak yang mereka butuhkan dan mereka inginkan. Anak-anak berbakat umumnya bisa menemukan lebih banyak kesempatan dibandingkan dengan anak-anak biasa, dan secara aktif, mereka akan selalu mencari kesempatan tersebut.

Hal yang harus mendapat perhatian adalah bahwa anak-anak berbakat butuh diberi kesempatan untuk berkembang dengan kecepatan yang serasi bagi mereka. Bukan hanya anak berbakat yang membutuhkan kesempatan, semua anak yang memiliki kemampuan wajib diberi kesempatan. Karena dengan kesempatan itulah seseorang mampu mengeksplore kemampuan mereka.

Terkadang banyak orang malah mengesampingkan apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh anak-anak yang berbakat. Dan ketahuilah bahwa anak-anak tersebut bisa membawa bangsa kita semakin maju. Memiliki generasi-generasi yang pintar dan genius. Dan karena kurangnya kesempatan itulah yang menenggelamkan mereka dalam keputusasaan meraih cita-cita dan mengembangkan apa yang ada pada diri mereka. Maka marilah mengetahui perkembangan anak sejak dini dan memberi mereka kesempatan sebanyak mungkin, agar menjadi kebanggaan bagi kita semua.

Sumber: Buku Psikologi Umum karya Drs. Alex Sobur, M.Si.

Sekian dulu mengenai Cara mengeksplore Bakat Anak, tunggu artikel selanjutnya yang lebih asik lagi hanya di Rudi P